Um Imparcial View of orgasme

Dalam hal lain, bisa juga menggambarkan orgasme yang tidak sekuat atau tidak terjadi sesering yang seorang wanita inginkan. Anorgasmia tidak hanya dapat terjadi pada wanita, namun juga pria. Anorgasmia disebut juga dengan disfungsi orgasme.

Kesenangan seksual perempuan seolah-olah "dibatasi" dengan "kodrat perempuan" atau "seperti yang terlihat di pornografi".

Svarene er selvfølgelig blot udpluk af konklusionerne, som netop er blevet publiceret i tidsskriftet Journal of Sex & Marital Therapy – hvor du også kan læse mange flere forskellige svar fra kvinderne i studiet.

[44][45] One explanation of this difference comes from the evolutionary perspective. Women have a higher minimum parental investment than males (they have 9 months of gestation prior birth and are then the main care givers, whereas men only have to provide sperm to ensure their genes are passed on) and are therefore more likely to want commitment from their partner in order to gain resources to improve their offspring's chance of survival.[46]

Namun, cairan ini berbeda dengan air kencing. Ejakulasi dari vulva pada wanita lebih jarang terjadi dibandingkan dengan ejakulasi pada pria.

Ada beberapa hal yang seseorang rasakan setelah mengalami klimaks. Kondisi ini biasanya tergantung pada respons tubuh objetos para sexo setiap orang. Berikut tanda atau gejala ketika sudah mengalami orgasme:

Salah satu posisi bercinta yang dinilai paling mudah menghasilkan orgasme campuran adalah misionaris. Pada posisi tersebut, klitoris akan ikut tergesek ketika penetrasi.

Salah satunya adalah orgasme hanya terjadi melalui penetrasi. Mitos ini bertentangan dengan penelitian yang mengungkapkan bahwa hanya sekitar 25% perempuan yang mencapai klimaks melalui cara tersebut.

Penelitian membuktikan bahwa setiap orang dapat mengalami klimaks yang berbeda berdasarkan faktor fisiologis dan kondisi kesehatan. Klimaks tidak hanya mengacu pada penetrasi penis ke dalam vagina saja tetapi juga sentuhan di bagian tubuh tertentu.

"Kita perlu mendekonstruksi gagasan-gagasan yang sudah terbentuk sebelumnya: stereotip gender yang boleh jadi memengaruhi kesenangan seksual kita," katanya.

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

It’s important to remember that sexual encounters don’t have to always result in an orgasm to be satisfying. Many orgasm problems, and their effects on relationships, can be resolved with the help of a sexual health professional.

Perlu diketahui bahwa tidak semua orang dapat mengalami orgasme karena mendapatkan jenis rangsangan yang sama. Anda perlu mendiskusikan hal ini kepada pasangan agar mampu mencapai kepuasan seksual bersama.

This article needs additional citations for verification. Please help improve this article by adding citations to reliable sources. Unsourced material may be challenged and removed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *